Kamis, 26 November 2009

"Tear of The Dragon"

For too long now, there were secrets in my mind
For too long now, there were things I should have said
In the darkness...I was stumbling for the door
To find a reason - to find the time, the place, the hour

Waiting for the winter sun, and the cold light of day
The misty ghosts of childhood fears
The pressure is building, and I can't stay away

I throw myself into the sea
Release the wave, let it wash over me
To face the fear I once believed
The tears of the dragon, for you and for me

Where I was, I had wings that couldn't fly
Where I was, I had tears I couldn't cry
My emotions frozen in an icy lake
I couldn't feel them until the ice began to break

I have no power over this, you know I'm afraid
The walls I built are crumbling
The water is moving, I'm slipping away...

I throw myself into the sea
Release the wave, let it wash over me
To face the fear I once believed
The tears of the dragon, for you and for me

Slowly I awake, slowly I rise
The walls I built are crumbling
The water is moving, I'm slipping away...

I throw (I throw)
Myself (myself)
Into the sea
Release the wave, let it wash over me
To face (to face)
The fear (the fear)
I once believed
The tears of the dragon, for you and for me

I throw (I throw)
Myself (myself)
Into the sea
Release the wave, let it wash over me
To face (to face)
The fear (the fear)
I once believed
The tears of the dragon, for you and for me

"wanna frozen.....
remember that day when My emotions was frozen in an icy lake couse Waiting for the winter sun

Nov'09

Jumat, 13 November 2009

tanah nya melarikan diri

"liat itu.. tanahnya melarikan diri,!!!" seru si anak kepada ibunya sambil menunjuk truk penuh muatan tanah berwarna hijau yang melintas di depan motor mereka

"dimana sayang ?" tanya si ibu sambil mengendarai motornya

"itu lho bu.., tanah diatas truk itu melarikan diri dari dalam truk. kasihan mereka melarikan diri sampai jatuh dan tercecer di jalanan beraspal ini. bahkan sampai di injak-injak oleh motor kita dan kendaraan yang lain yang lewat di belakang truk itu.
tanah-tanah itu mau di bawa kemana ya, dan kenapa mereka sampai melarikan diri seperti itu. mereka pasti tidak mau diajak pergi tapi dipaksa. bener khan bu??!!" tanya si anak lagi dengan nada tinggi

"mungkin saja," jawab ibu singkat.

"ibu tidak tahu pasti apakah tanah itu akan melarikan diri karena akan disakiti. tapi disakiti oleh siapa ya.."

hmm..gumam si ibu sesaat

kemudian si ibu berpikir bahwa tanah yang dilihat anaknya itu adalah tanah dari perbukitan yang ada di sisi timur tak jauh dari rumah mereka

sepengetahuannya, tanah perbukitan itu telah dikeruk dan di bawa dengan truk menuju ke arah barat. entah kemana tujuan pastinya. ibu dan anak itu juga tidak tahu pasti.

dan ini sudah hari ke 20 truk muatan tanah itu melintas di jalan yang selalu di lewatinya bersama anaknya tiap pagi.

itu artinya sudah 20 kali juga anaknya mengatakan hal sama tentang tanah-tanah yang jatuh dari dalam truk berwarna hijau yang dipenuhi tanah merah dari sisi timur itu

tanah yang berada paling atas dan pinggir truk selalu berjatuhan dan bertebaran menghiasi jalanan yang mereka lalui.

tiba-tiba ibu takut dan enggan anaknya terus saja berpikir bahwa tanah-tanah itu 'melarikan diri'karena dirampas dan di bawa paksa dari tempatnya berada di sisi timur dan di bawa ke arah barat

kemudian ibu menjawab,"...ahh mungkin saja tanah itu bandel jadi disuruh keluar dari truk karena tanah itu tidak mau

mendengarkan nasehat dari tanah lain yang lebih tua yang ada di dalam truk itu.

jadi, sebaiknya turuti saja nasehat mereka, pasti tanah itu ga akan jatuh, gak di injak-injak kendaraan lain, dan akan tetap

bersama teman-temannya di dalam truk itu meskipun dia terpaksa harus meninggalkan tempat tinggalnya."

"paling tidak ,tanah itu gak akan bersedih karena sendirian dijalanan ya bu..." kata si anak langsung menyahut ucapan ibunya.


mengingat tanah yang terlindas.....

Minggu, 08 November 2009

Catatan dari Tegaldowo Rembang

Usulan liputan gw tentang tradisi pernikahan dini membawa gw pergi ke suatu tempat di pantura timur, tepatnya di desa Tegaldowo gunem rembang
cerita ini gw angkat untuk rubrik perspektif perempuan. cukup menarik memang mengingat di daerah ini beberapa tahun kebelakang banyak sekali perempuan umur belasan bahan belum lulus sekolah dasarpun harus merasakan yang namanya pernikahan. sudah tradisi turun temurun katanya. anak masih bau kencur disana sudah banyak dilamar..tentunya yang melamarpun kebanyakan laki-laki yang sudah tahu apa itu 'reproduksi'..hiiiks

dari awal emang gw mikir ni daerah pasti jauh dari akses. dan ternyata bener...desa itu ada di balik perbukitan berjarak hampir 40 kilometer dari kota rembang. lumayan jauuuhh..tapi untunglah dengan sedikit lobi sana sini akhirnya gw bs nyampe juga ke sana dangan cukup mudah. maksudnya gw g perlu susah payah naik turun bukit botak...

sampe disanapun gw disambut baek..asyik juga kalo hunting di daerah pedesaan. mereka selalu ramah meskipun dengan orang asing yang baru sekali di jumpai.resepnya ya itu..harus tebar pesona, senyum sana..senyum sini kalo ketemu mereka...aman...

banyak fakta menarik disana. dari beberapa cerita orang yang gw temui. emang tradisi turun temurun itu ga bisa dihindari apalagi ma orang-orang tua (kolot) disana. apapun alasannya, entah maksudnya ga mau mengingkari kepercayaan mereka, alasan prestis tuk nunjukin strata sosial or nunjukin anak perempuannya juga laku...

disana anak belasan tahun dah dinikahin, ga peduli tu anak saling suka ato ga. kl ga suka ya tinggal pisah aja. besok ada yang lamar lagi ya..kawin lagi..ga cocok ya pisah lagi..gitu aja seterusnya.
makanya ga heran kalo disana banyak anak belasan tahun juga dah jadi janda. itu sudah hal yang biasa.
bahkan status janda lebih terhormat buat mereka daripada ga dilamar. karena itu artinya ga laku..hiiiks

hebatnya lagi semakin banyak yang frekuensi tu si anak di lamar...maka posisi tawarnya semakin tinggi...artinya dia semakin laku n semakin banyak di cari ma laki-laki entah dari kampung mereka sendiri ato dari tetangga sebelah. merekapun berlomba-lomba tuk dapetin si "janda" tadi

waaakkkk....hebat nya janda-janda asal Tegaldowo. seperti berada di dunia lain

padahal di belahan dunia lain di luar Tegaldowo, banyak lho para janda-janda yang selalu mendapat cibiran.selalu tertempel stigma negatif. tentunya dari orang-orang yang belum merasakan jadi janda. dari ibu-ibu rumah tangga sampe yg intelektual sekalipun (gw anggap intelektual itu artinya tu orang sekolah, punya ilmu tinggi, tapi mikirnya masih seputar dengkul aja)

duuuhh..jaman sekarang masih ada yang punya pola pikir kayak gitu. kenapa mata mereka tidak bisa terbuka dengan lueebaar melihat kenyataan disana, bahwa status itu disandang dengan banyak alasan

btw..whatever lah apa kata orang...karena sesungguhnya orang di luar sana kan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam.
yang penting buat semuanya..

life must go on n do the best....whatever who u are...am i right???!!!!

tiarap dari para bedebah...

beberapa hari lalu salah satu temen di fesbuk kirim pesan di inbox. pesan itu "Non, mana komentarnya tentang kasus yang menimpa dua pimpinan KPK non aktif? ayolah "

sejenak gw mikir juga, emang bener ga ada satu kalimatpun di status fesbuk gw soal itu...

jangan-jangan cuman gw yang ga bkin status di fesbuk soal perseteruan cicak vs buaya ya..hiiks

aniwey, bukannya gw sama sekali ga peduli kasus yang tiap hari menghiasi koran-koran teve bahkan radio lokal n nasional.

gw cuman boring aja..(apalagi jujur aja kalo nonton teve tu.males juga ma perseteruan 2 tv nasioanal..gw lebih suka update lewat online )

yang jelas gw tetep update soal kasus itu, bukannya biar ga di cap ga ngikutin perkembangan. cuman pengen tahu.

sudah terlalu banyak yang berkomentar..siapa saja berkomentar. jadi mungkin kini saatnya gw diam dan mencari sesuatu yang lebih berguna. ga cuman buat gw tapi juga buat semuanya.

peduli ma negara..peduli ma kondisi sekitar kan ga harus teriak-teriak or anything else lah. banyak cara bisa dipake
salah satunya ya gw jawab aja pesan temen di fesbuk itu.

"Maafkan saya karena lagi tiarap dari negeri yang dikuasai para bedebah...dan mencari negeri lain yang bebas dari para bedebah.."

menurut gw emang lebih menyenangkan berbagi dengan sesama dari hal-hal yang kecil saja. tidak perlu hal-hal yang besar. yang penting bisa membahagiakan.

dan sampai saat inipun gw terus mencari negeri lain yang bebas dari para bedebah...of course with my own way...

ya..maaf maaf saja kalo sekarang gw lebih suka ngurusin diri gw sendiri dari pada ngurusin para buaya yang lagi mabok duren dan cicak yang ingin makan buaya

maaf ya....

Sabtu, 31 Oktober 2009

tinggal ingatan...

setiap melintas menuju selatan dan bertemu jalan di kawasan pedalangan, tepatnya dimana proyek untuk orang-orang berduit di semarang dibangun (bener ga sehh..kecuali kalo jalan itu nantinya juga boleh di pake motor, aku ga akan bilang begitu..setidaknya..hiiiks)

ingatanku selalu saja lari ke belakang, lari mundur dengan cepat menuju kala itu.
ketika kaki-kaki kecil gadis mungil berseragam putih merah menyusuri pematang sawah yang terhampar hijau.
burung-burung masih bebas menari dan bernyanyi.
menyaksikan petani menikmati minum air kendi dan makan siang dalam rantang di gubug ditemani sang istri.semilir angin mengiringi matahari yang selalu menjadi sahabat

pemandangan menyejukkan itu, "surga" itu selalu dijumpai hingga gadis itu berubah wujud menjadi remaja berbaju putih biru

tapi... panas tiba-tiba menyengat ketika sawah yang di hiasi kerbau, burung, gubug pak tani, itu kini tak ada lagi.

lantas lamunan itu juga begitu cepat berlari mengilang ketika melintas dan bertatapan dengan truk pengangkut tanah yang wira wiri, besi-besi beton yang tertancap, alat-alat berat, dan tanah yang dirampas dari tempatnya.

"surga" itu kini berubah menjadi "neraka" ketika alam tak lagi menjadi teman.
semua karena manusia yang mulai hilang ingatan, sehingga lupa dan tak tahu seperti apa "surga" itu sebenarnya.
"surga-surga" lain mulai diciptakan diatas hamparan hijau.
"surga" yang menurut gadis kecil berseragam putih merah waktu itu sebenarnya adalah "neraka"

warna hijau,warna meneduhkan itu berubah menjadi merah, coklat,gersang dan puanaaass...

dan semua tinggal ingatan.

it was...

berharap naik kelas

"Resiko terbesar dalam hidup adalah tidak berani Mengambil resiko."
"The biggest risk in life is not taking any risk"

Tertawa adalah mengambil resiko kelihatan bodoh.
Laughing is taking risk of looking like a fool.

Menangis adalah mengambil resiko kelihatan Sentimental.
Crying is taking risk of looking sentimental.

Mengulurkan tangan kepada orang lain adalah mengambil Resiko ikut terlibat.
Helping others is taking risk to get involved in their Trouble.

Memperlihatkan perasaan adalah mengambil resiko Ditolak.
Showing your emphaty is taking risk to be rejected.

Memaparkan impian Anda di hadapan orang banyak adalah Mengambil resiko diejek.
Sharing your dreams is taking risk of fooling around.

Mencintai adalah mengambil resiko mendapat balasan Dicintai.
To love is taking risk to be loved.

Maju menghadapi kekuatan yang jauh lebih besar adalah Mengambil resiko gagal.
Stepping forward to challenge bigger power is taking Risk of failing.

Tetapi resiko harus diambil karena bahaya yang Terbesar dalam kehidupan adalah tidak berani mengambil Resiko.
Instead, the biggest risk is not taking any risk.

Orang yang tidak berani mengambil resiko tidak Melakukan apapun, tidak punya apa-apa Dan bukan Apa-apa.Mungkin dia menghindari penderitaan Dan kesedihan,Tetapi dia tidak bisa belajar, merasakan, berubah,Tumbuh atau mencintai. Karena dirantai oleh Kepastiannya, maka dia adalah budak. Hanya orang yang Berani mengambil resiko sajalah yang merdeka.

One who's afraid to take risks does nothing, owns Nothing and surely he's no one.He might avoid suffer and pain, but he cannot learn, Feel, change, grow or love anything.He's a slave of his own chain. Freedom is for peopleWho dare to take risks.

dari tetangga sebelah...

Kamis, 22 Oktober 2009

dan berubah merah

dan berubah merah

rumah itu...ada dimana???
roda merah memperlambat lajunya
setiap kali melintas menuju timur
berharap bertemu rumah kuning
ya..
seingatnya di depan rumah kuning itu
bersanding dengan sosok mungil menggigil di payungi petir dan lebatnya hujan malam

musim hujan kala itu begitu menggila
dan menularkannya di depan rumah kuning

tapi sekarang dimana rumah kuning itu
jalur ke timur terus di lalui hingga ke ujung
dan rumah kuning..dimana rumah kuning???

rumah kuning itu telah berubah
berubah merah
dan itu warnamu
akankah seperti warna hati dua sosok di depan rumah kuning kala itu

memasuki musim hujan ke tiga.....