Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2009

Musim hujan ketiga

Mendung menggelayut di langit sisi timur. Awan tebal itu seakan menunjukkan kekuatan tuk turunkan hujan. Bunga pohon rambutan depan rumah mulai berjatuhan tertiup angin. Pertanda musim hujan akan segera datang. Dan itu mengingatkan Nayla pada musim hujan 2 tahun lalu. Musim hujan waktu itu menjadi saksi pertemuan Nayla dan Senja. Alam yang mempertemukan dan menyatukan Nayla dan Senja menembus jerat-jerat logika. Perkenalan yang terjadi karena ketidaksengajaan itu berawal ketika Nayla harus meninggalkan kota Bandung. Pekerjaan sebagai koordinator di sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat peduli kemanusiaan untuk membantu korban banjir di Jawa. Pekerjaannya memang menuntut Nayla harus berpindah dari satu kota ke kota lain. Saat membantu evakuasi korban di Desa Bandaran, salah satu desa di Jawa Tengah yang paling parah di terjang banjir, Nayla bertemu Senja. Senja menabrak badan Nayla yang mungil... Nayla hanya menatap wajah Senja sesaat setelah badannya terimbas benda hidup yang

kopi vs global warming

mendung menggelayut seharian ini ada hubungannya ga sama status "kopi" temen-temen di fesbuk mungkin pada kedinginan jadi pada pengin ngopi...huuuu makanya mata n jari langsung iseng nyari sesuatu yang 'berbau' kopi dan... akhirnya ketemu sayangnya ini bukan sesuatu tentang kenikmatan menyeruput kopi, tapi justru bercerita bencana kalau kita-kita kebanyakan minum kopi eniwey..jujur aja aku ga begitu suka ma kopi...ya sesekali aja kalo emang puengen banget. dan itupun bukan black coffee alasannya...ga suka, kecuali di suatu pagi, tiba-tiba ada yang nawarin nescafe hitam "mau kopi ga?" "kamu bikinin...hmm..ya dech ternyata kopi bikinannya......TANDAAAASSS tanpa bekas dan aku melupakan ketidak-sukaanku dengan minuman bernama kopi i really mizz that moment neyy...hiiiks ****** Masih ada disekitar kita – apa yang kita lakukan – ikut andil dalam peningkatan suhu permukaan bumi, yaitu gaya hidup. Modern life style – disadari atau tidak – me

lupa terbitmu

sulit sekali bertemu matahari karena musim hujan telah menghadangmu atau setiap hari kau tak lagi ingat terbitmu waktu terus berputar cerita terus berganti sementara matahari belum juga memancar mengganti malam dan mewarnai hari gelap.. memudar.. dan hilang... -mengingat musim hujan di penghujung tahun-

tertusuk jingga...

halo..apa khabar??? sudah hampir satu bulan lamanya aku tidak menyambangimu (bener g seh tulisannya gt..hiiks) apa itu artinya aku terlihat nampak egois menurutmu semoga tidak aku selalu mengingatmu..hanya saja kenapa ada sesuatu yang menahan untuk tidak menemui dan bercumbu denganmu "aaccchhh...sialan apa pula itu ", mungkin begitu pikirmu tapi jujur saja..tidak begitu tepatnya aku masih sangat ingin bersamamu tapi waktu selalu terhabiskan sebelum aku berhasil menemuimu "aacchhh...kenapa selalu saja kau salahkan waktu. bukankah ia selalu berputar dengan cara yang sama. tidak pernah berubah sedikitpun," hmm...benar juga lantas...???? ya...ku akui bukan waktu tapi karena aku memang punya kesenangan baru dan itu telah menghabiskan waktuku dan menguras energiku hingga tak ada yang tersisa untukmu meski dilubuk hati kecilku selalu ingin bersua denganmu aku ingin berbagi cerita ketika bertemu matahari pun saat aku bertemu dengan dinginnya malam