Langsung ke konten utama

Postingan

Kisah Negeri Dongeng #3

Sophia memanggut. Pikirannya menjelajah ruang batin. Mencoba berpikir ulang. Mempertanyakan lagi perjalanan malam itu.  "Untuk Apa..." batinnya. Bukan untuk pria Jamaica, bukan untuk singkapan masa lalu. Entah.... yang terlintas di benaknya pada saat itu hanya satu.  "Untuk Thomas..? ."  Tidak. Batinnya menyanggah. Ini karena sepenggal kata. Tapi... Semua yang tak pernah terpikirkan terjadi. Sophia tak mampu menahan diri. Seperti apa akhir cerita itu. Sophia tidak pernah tahu. Thomas bergeming. Sophia pun tak pernah bertanya. Dan Thomas juga tak pernah mengisahkan akhir kisahnya. Semua lenyap seketika.  Ditelan malam. Gelap. Di hempas kemarau panjang. Kering. ****

Kisah Negeri Dongeng #2

Thomas menajamkan mata. Tubuhnya tertuju pada lukisan batu. Sepeminum teh, bibirnya tersungging. Senyum. Kepala sesekali memanggut. Menggeleng. Senyumnya melebar. Kakinya mundur beberapa langkah. Berdiri tegak. Menggatupkan kedua tangan di dada. Menutup kedua Kelopak mata. Lalu Terdiam. Terpaku hikmat bersama masa lalu untuk sekian waktu. Mendekat. Tangannya meraba lukisan batu. Mengelus penuh makna. Dia terpana. Takjub keindahannya. Kisahnya. Lalu Terdiam. Kemudian duduk bersila. Merogoh kantong yang selalu dibawanya. Mengambil lintingan tembakau. Menyulut api. Kepulan asap hisapan pertama memendar ke segala penjuru. Terterpa angin menghempas lukisan batu. Sisanya menyembul di sela bibir.  Setelah hisapan ketiga, lintingan itu menyisip di sela katupan bibirnya. Tangannya meraih bungkusan kecil berwarna putih. Di buka. Tangan kanan mengambil bongkahan warna coklat sebesar kerikil. "Ini simbol cahaya. Amber. Di sinilah kehidupan dimulai. Memancar. Menerangi ke segala penjuru,...

Kisah Negeri Dongeng #1

Ini perjumpaan pertama. Jarum jam menunjuk angka 11. Malam. Hawa dingin menusuk menyusup ke tulang merangsek di sela sweater. Bibir Sophia bergetar menahan terpaan angin malam. Tangannya mencari penghangat. Ke dua ujung lengan sweater ditariknya membungkus jemari. Nyala lampu jalan sesekali menyambar gelap di sepanjang jalan yang dilewati bersama Thomas. Seperti sambaran rengkuhan tangan kiri lelaki yang baru ditemuinya.  "Biar hangat," jelasnya singkat. Sophia menarik tangannya menjauh. Jengah. Dia tak terbiasa dengan itu. "Kenapa ?" Thomas penasaran. "Nggak....." Sophia menjawab singkat. Sekiranya hanya 15 menit sebelum tiba di tempat simbol perlawanan pernah menjejakkan kaki di bangunan berlantai coklat itu... Thomas mulai mendongeng. Tentang cerita perjalanan lelaki tampan kelahiran Jamaica menemukan negeri tapak tua.  Meluncur dari bibir Thomas. Menemani perjalanan di tengah malam menuju negeri temuan. Sebuah tempat yang kini masyur ...

Here's Yours

I want to share my feelings And I don't know how to start But every single word I say Is coming from my heart The first time that I met you All you said was "Hi" It was really just a simple word But it took my breath away You were very fun to talk with You were extremely sweet and kind I was in love with every thing you said You were amazing in my mind You fill my days with brightness You lift me up when I feel blue You make me feel like I'm someone special So I'd do anything for you For you, I'd walk across the desert So hot, without a breeze For you, I'd dive into the ocean And be swallowed by the seas I barely even know you, So this may be a surprise There's nothing that you could do wrong Because you're flawless in my eyes I always wonder where you are And I wish I could be there You're probably so far away But I can feel you everywhere. You're the constant beating in my heart You're the blood rushing t...

Laury and The Nite

Moon and stars, they all looking at us they smile with the shine to give an amazing nights for those who's in love When the night, they put all the magic spread to the couples who's fall in love so when they all wake up the soul of shine only be given to his soulmate Moon and stars, they dance playing the light hands to everyone who surrounded with blessed by embrace So, lets pray it won't fade away, babe a man that i met in the nite *Laury and Charlie 4th marc 

Kau..Juli

Juli Masa dimana harus menutup luka Waktu meniup nyawa penghilang duka Juga saat lara itu tiba Juli Tak banyak kata Hanya garis lengkung ungkapan rasa muncul tiba-tiba..itu asa Juli Nestapa Bahagia Semu sementara Juli Kau habiskan dengan terlunta July 22th.. In the middle of the nite

Damn Flashlight

When tomorrow comes I’ll be on my own Feeling frightened up The things that I don’t know When tomorrow comes And though the road is long I look up to the sky In the dark I found I’m stuck in the dark Where is my damn flashlight Can’t stop my heart Can’t lie.... Damn Fashlight

Perempuan Api

Aku lahir dari bara Ketika malam bermantra Aku berjalan diantara jingga Membara menuju hati durjana Aku berlari bersama api Mencari kurusetra yang memberi janji Aku bersimpuh sendiri Meratapi kematian nurani Aku..kidung sangkakala Nov 24th *mimpi Drupadi

jingga

warna yang membingungkan karena aku buta warna jadi, begitu tahu ada warna..jingga aku begitu tepana tapi... bukankah aku buta warna??? "teringat jingga" 20052014

Bersandar di Batu Karang

menulis katanya adalah sebuah perjalanan dan sekarang  malah bersandar di sebuah batu karang tanpa memedulikan perjalanan masih panjang di depan memilih berhenti (entah sesaat) karena tak tahan dengan pemandangan  hanya sesekali melihat  matahari jingga di ujung cakrawala... selebihnya..badai bertahan dengan berhenti dan bersandar mungkin jalan  terbaik (untuk sesaat) tapi sampai kapan tubuh  terus bersandar... membuat tangan dan kaki  kelu untuk sekadar bergerak menggores dan memaknai kata entah... Suatu ketika nama Natalie Goldberg muncul di depan mata "Writing Down the Bones" Di batu karang ini... mencoba mencari keheningan mengalirkannya dalam kata untuk menciptakan makna...mengikatnya dan mengabadikannya menjadi diri..pribadi seperti sungai jernih mengalir lepas diantara riak hingga bermuara ke danau tenang untuk sekadar diam Tapi dalam diam itu tanpa disadari ada sebuah sisi dalam diri yang seringkali tak pernah ditemukan ...

Kepada Laut

Kepada laut..aku berikan mimpi ini Kepada laut..aku titipkan hati ini Kepada laut juga..harapan itu tiada henti Meski semua harus diakhiri Kepada laut... untuk yg menerjang laut n menyaksikan lumba-lumba menari menyerap energi kerlip plankton bak mutiara dimalam hari cerita dari Liwutongkidi dan Fainemo november

Semu

Mau sampai kapan, bersandiwara Mencoba membuat warna tapi sebenarnya itu... hanya tipu daya mau siapa? itu bukan inginku ya, pasti tahu bulan tak kan sanggup menatap dan mengejar matahari dan mimpi itu cuma harapan semu *time stood still* w/ a big storm

Cuma Tiga Huruf

Mencari gejolak hingga ke lubuk hati Ah..mata teduhmu, kenapa menyambarku Padahal itu bukan tiga kata cuma tiga huruf saja Ah..mimpi, kenapa hadir di siang hari membuatku semakin gerah saja Melawan panasnya rasa *kamu makhluk dari mana.... shade eyes Welcome November 031113

Konflik

“Peperangan melawan diri sendiri adalah bentuk peperangan terbesar diantara perang yang ada.” Quote di buku yang bercerita tentang kisah-kisah humanis di wilayah konflik yang kubaca tiga hari lalu itu sepertinya biasa saja. Tapi karena kubaca beberapakali dan kurenungkan justru nggak lepas dari benakku. Jadi kepikiran. Jangan-jangan karena aku merasa tersindir dengan kalimat di cover belakang buku yang ditulis dengan tinta warna merah itu. Tapi aku nggak akan bicara tentang orang-orang yang “terjebak” berada di area konflik dalam arti harafiah seringkali dikatakan wilayah perang. Atau seperti yang ada di Wikipedia, konflik ( configure) : saling memukul. Yang dalam konteks sosiologis, diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.  Ditambah lagi dalam pandangan tradisional (The Traditional View) mengatakan kalau konflik ...

Something in The Air...

Tugas   kuliah yang kukumpulkan beberapa hari lalu masih saja terngiang. Terutama kalimat pertama yang kutulis ketika menelaah buku Communication and Human Behaviour Brent D. Ruben,Professor komunikasi dari Rutgers University ini.  “Setiap manusia berkomunikasi dengan atau tanpa disadari seperti halnya   bernafas.”   Sesederhana itu? Tentu saja tidak, karena proses berkomunikasi itu sebenarnya tidak mudah. Pun dengan bernafas! Kalau tiga kata   itu pendapat pribadiku, hehe. Ya, karena kita emang bisa bernafas dengan mudah ketika sedang leyeh-leyah di tempat tidur atau relaksasi dengan breathing exercise seperti yang diajarkan Matthias Witzel, psikoterapi asal Jerman yang jadi trainerku beberapa waktu lalu. Tapi di kesempatan lain, bernafas yang katanya simpel   itupun bisa menjadi hal yang luar biasa sulit. Nggak percaya? Tanya orang yang asmanya kambuh atau ketika kamu berlari untuk sekian waktu tertentu tanpa istirahat. Kamu pasti butuh waktu ...

Gandrung

Bulan sabit dan bintang di sebelahnya Tepat di atas bukit cinta melihat kita Bulan sabit tertawa Aku memilih memalingkan muka Sementara bintang… menatap lekat lesung pipinya Your smile looks so alone Have you ever been in love??? naa..naaa..naaaa... 919 Nite…w/ silver lighting n shade eyes On August 12’13

Nobody makes it....

Have you ever had the feeling You take it all for granted You wake up every morning And expect to rise Have you ever had a moment To look into the mirror To find a person Who won’t open her eyes Have you ever felt a presence (Or is it all in the past, dear?) So mesmerizing It chills you to the bone Have you ever been in love And overcome that first fear Well, then you know No one makes it on her own Did you ever catch a sunset Right across the ocean The universe revealed And it didn’t make sense at all When you came into my world Causing quite a commotion I could have sworn I’ve met you Many times before Cos there’s something in your eyes That links us together Something ‘bout your face your lips Your smile looks so alone Have you ever been in love And thought it’d last forever Well, then you know No one makes it on her own Hey, there’s something in your eyes That links us together Something ‘bout your face your lips Your smile looks so alone Have...