Langsung ke konten utama

Postingan

Sarang Kegelisahan

“Ting”  bunyi yahoo messenger dari ponsel di tengah malam. Sejenak mengalihkan perhatianku dari notebook yang menyala. Nama teman lama yang tak lagi bersua nongol di deretan contact yahoo yang off line “Lagi ngapain?” Waduh, ni anak sok pede amat kalau aku masih melek. Mungkin karena lihat ym-ku aktif, jadi main samber aja. “Hee..” jawabku singkat seperti biasa. “Lagi bete nih!” Whaat…??? Pekikku dalam hati. Konsentrasiku didepan notebook saat itu benar-benar terpecah. Aku lagi nggak butuh kebeteanmu malam ini, pikirku. Dan keluhan-keluhan langsung menghujani layar ponsel tanpa basa-basi dan permisi apakah aku bersedia menerima keluh kesahnya. Kejadian ini memang tidak hanya sekali. Tidak hanya satu nama, ada beberapa nama yang tiba-tiba muncul menghiasi dan mengusik malamku. Repotnya, aku jadi sering menganggap kalau ponselku ini jadi sampah.. Atau ketika kebetulan bertemu dengan seorang kawan saat aku berada di toko buku. Setelah ”say hai”berlalu, dengan tatapan memel...

Mengingat

Mengingat kematian itu lebih mudah ketimbang mengingat kelahiran Mengingat kesulitan itu lebih mudah ketimbang mengingat kemudahan Mengingat kesepian itu lebih mudah ketimbang mengingat keramaian Mengingat kesendirian itu lebih mudah ketimbang mengingat kebersamaan Mengingat dirimu itu lebih mudah ketimbang mencari siapa aku one nite...

Tiga boks tissu, dengan dua SS

h: betapa perempuan itu diberi intuisi yang kuat. aku kadang masih berpikir soal gift itu b: gift nostalgia? what? h: intuisi b: apa soal intuisi itu? h: iya b: ???? kamu punya intuisi apa? h: soal bocah itu. ehh..kok pembicaraane balik maning..balik maning b: apa? h: balik maning ning bocah kuwi...haaaaaaaaa. ga tahu ya, sepertinya kalau belum benar-benar clear. aku   tidak akan bisa berpikir normal...hahaaaaaaa b: ya jangan pakai clear dong. pakai emeron atau shampoo lainnya aja h: hayah b: kok bisa nggak normal maksude piye? h: belum fokus b: tapi gpl. gak pake lama, kan? h: i wish b: i fulfill your wish. i wish, i kiss, i miss, i piss h: huuuus b: nek gak bisa mbuka, nanti-nanti aja. tapi yakin deh, ciamik jaket itu. pembicaraan kita tentang taruhan belum selesai loh. ayo tuntaskan! dan sex appealmu bakal kemilau. DEAL? h:hayah...ya, deal! pokoke jaket b: berarti giliranku. kalau kamu nangis: tiga boks tissu TESSA, ingat merek TESSA, tiga warna: merah, kuning, biru. sepak...

Kisah Pemburu Angin

--> ”Matanya pusaran beliung dari kabar-kabar negeri ujung. Ia datang tanpa genderang Matamu penuh lukisan berwarna sephia muram yang menggumam. Geletarnya sampai ke sungsum dan si pemburu angin itu teperdaya tanpa luka untuk diriku sendiri.” Itu sajak untukmu... Dia berdiri sembari mengumbar senyum. Tulisan besar ''Hardrock Hotel'' tertimpa pendar cahaya itu memucatkan wajahnya. Namanya ? Ah, aku lupa siapa. Tapi wajah dan bibir itu selalu muncul tersapa. Dari bibir mungilnya keluar kalimat, ''Siap?'' Dan perbincangan dengannya, di bawah siraman lampu berpendar-pendar hotel mewah itu meluncur dengan deras. Santai dan banal. Perempuan itu sejak lama menginginkan dirinya bisa jadi langsing. Dia bercerita bagaimana repotnya melakukan itu. ''Nggak gampang loh Mas. Aku berkorban banyak. Salah satunya adalah dengan begadang terus-menerus hingga berbulan-bulan.'' Kalimatnya muram. Tapi guris senyum te...

bila...

katakan bila tanpa perlu menjadi pendusta sebab semua bisa jadi perkara tidak hanya untukmu tapi juga dia katakan bila  tanpa perlu bilang perantara yang sesekali justru menyiksa katakan bila ==== otakku dipaksa otakku mengembara kemana? tidak perlu dicari datang sendiri you make me high this words still the same day sept 25th