Langsung ke konten utama

berbagi dunia dengan nya

Sengaja di posting untuk kembali menguatkan diri..:) siapapun yang saat ini sedang merasa sangat insecure dengan diri sendiri…

Lagu "Jealous Guy" John Lennon yang mengispirasi untuk membuat tulisan ini. lagu itu terdengar dan terasa berbeda. mungkin setelah sekian lama lagu itu tak muncul lagi dan terdengar di sunyi malam.

Jealous..jeles..cemburu...apapun bahasanya, yang jelas kurang lebih maknanya tetap saja sama

Bicara soal cemburu,jangan bilang ini cuma soal kepercayaan. Karena kepercayaan bukan sesuatu yang sepele dan bukan bisa tumbuh sendiri. Butuh waktu, proses dan bukti.

Jangan bilang juga ini cuma soal tingkat kedewasaan. Karena saya rasa semua umur semua punya hak untuk cemburu.

Atau mau bilang, ini cuma akibat dari kejadian yang tidak mengenakkan ?

Mungkin karena terkait banyak hal yang negatif seperti marah, sedih , maka inti yang sebenarnya dari cemburu itu jadi tersamar.
Orang yang cemburu dan dicemburui cenderung memperlihatkan sikap membela diri, diluar urusan benar dan salah, menjadi lebih sensitif dan mudah emosi.
Belum lagi menyebut sang ego yang tiba-tiba mencuat menjadi hal yang diperjuangkan mati-matian. Membuat hal sederhana menjadi terlupa...

Apa itu ?? jawabnya..."memahami"

Memahami bahwa anda sedang dihargai, sedang dipuja. Walaupun dengan cara yang tidak membuat nyaman.
Memahami bahwa perhatian adalah kebutuhan.
Memahami bahwa sedang berbagi dunia dengan nya.
…maka akan tersadar, bahwa kamu tidak berhadapan dengan batu melainkan awan berlapis yang meneduhkan....

awan berlapis yang meneduhkan...

Tapi pertanyaannya kembali selalu muncul. Apakah sudah benar-benar berbagi dunia dengannya, atau hanya "sekedar" berbagi dunia dengannya...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Negeri Dongeng #3

Sophia memanggut. Pikirannya menjelajah ruang batin. Mencoba berpikir ulang. Mempertanyakan lagi perjalanan malam itu.  "Untuk Apa..." batinnya. Bukan untuk pria Jamaica, bukan untuk singkapan masa lalu. Entah.... yang terlintas di benaknya pada saat itu hanya satu.  "Untuk Thomas..? ."  Tidak. Batinnya menyanggah. Ini karena sepenggal kata. Tapi... Semua yang tak pernah terpikirkan terjadi. Sophia tak mampu menahan diri. Seperti apa akhir cerita itu. Sophia tidak pernah tahu. Thomas bergeming. Sophia pun tak pernah bertanya. Dan Thomas juga tak pernah mengisahkan akhir kisahnya. Semua lenyap seketika.  Ditelan malam. Gelap. Di hempas kemarau panjang. Kering. ****

Freelancer itu (Harus) Seperti Kecoa!

Ugh. Hanya mendengar namanya saja bulu kuduk kita merinding rasanya. Mereka ini yang selalu muncul tiba-tiba kalau lingkungan mulai kotor, antenanya bergoyang ke sana-ke mari seperti memanggil teman-temannya yang lain untuk ikut berpesta. Tetapi percaya nggak kalau sebagai freelancer, kita malah perlu banyak belajar dari mereka? Eh? Enggak? Ayo coba dibahas dulu deh. 1. Kecoa bisa bertahan dalam segala kondisi. Cockroaches are among the hardiest insects on the planet. Some species are capable of remaining active for a month without food and are able to survive on limited resources like the glue from the back of postage stamps. Some can go without air for 45 minutes. In one experiment, cockroaches were able to recover from being submerged underwater for half an hour. (Sumber) kecoa adalah contoh hewan paling tough di muka bumi ini. Nggak ada makanan mereka puasa. Ditenggelamkan di air pun nggak mati-mati. Jangankan di dalam air, kena radiasi nuklir saja mereka masih bisa jalan-jal...